Jumat, 04 Juni 2010

RONGGO WARSITO (sair kalatidha)

Sair kalatidha secara harfiah adalah zaman edan,
Syair Kalatidha bisa dibagi menjadi tiga bagian:
bagian pertama ialah bait 1 sampai 6, bagian kedua ialah bait 7 dan bagian kedua ialah bait 8 sampai 12. Bagian pertama ialah tentang keadaan masa Rangga Warsita yang menurut ia adalah tanpa prinsip. Bagian kedua isinya tentang keteladanan dan sebuah introspeksi diri. Sedangkan bagian ketiga isinya ialah sikap seseorang yang taat dengan agama di dalam masyarakat. Petikan Bait Serat Kalatidha yang paling dikenal adalah bait ke-7. Sebab bait ini adalah esensi utama syair ini. Amanat syair ini bisa diringkas dalam satu bait ini.

"Amenangi zaman édan, éwuhaya ing pambudi,mélu ngédan nora tahan, yén tan mélu anglakoni,boya kéduman mélik, kaliren wekasanipun, ndilalah kersa Allah, begja-begjaning kang lali, luwih begja kang éling klawan waspada".

(Menyaksikan zaman gila,serba susah dalam bertindak,ikut gila tidak akan tahan,tapi kalau tidak mengikuti (gila),bagaimana akan mendapatkan bagian, kelaparan pada akhirnya,namun telah menjadi kehendak Allah, sebahagia-bahagianya orang yang lalai,akan lebih bahagia orang yang tetap ingat dan waspada).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

b,i,a